Postingan

Menampilkan postingan dengan label Value Investing

Penggunaan Graham's Number Untuk Value Investing

Ada rumus yg digagas Benjamin Graham yg dikenal sbg Graham's Number, yaitu √(22.5 x EarningPerShare x BookValue). Bila harga saham lebih kecil dari Graham's Number maka saham tersebut dianggap murah dan boleh dibeli. Bila harganya di atas Graham's Number maka harganya kemahalan. Misal, Pada akhir Februari 2021, saham MNC Media (BMTR) punya EPS 66.53 dan BookValue 688. Maka Graham's Numbernya adalah √(22.5 x 66.53 x 688) = 1,014.68. Saham BMTR pada Februari 2021 adalah Rp260, jauh di bawah Graham's Number. Bisa dikatakan bahwa harga BMTR sekarang itu sangat murah berdasarkan Graham's Number. Angka 22.5 pada Graham's Number didapat dari 15 x 1.5. 15 adalah PER maximum dan 1.5 adalah PBV maximum. angka PER dan PBV maximum ini didapat berdasarkan pengalaman pribadi Benjamin Graham setelah bertahun-tahun di pasar saham.

Belajar mengenai Growth Investing Vs. Value Investing

Sejauh ini saya menggunakan strategi Value Investing untuk menentukan harus berinvestasi di saham-saham apa. Namun kabarnya Value Investing itu sudah usang dan tidak bisa digunakan lagi karena sekarang semakin banyak perusahaan-perusahaan rintisan teknologi, atau Startup, yang secara harga itu mahal padahal secara value (instrinsic) itu kecil, namun memiliki potensi pertumbuhan (growth) yang sangat besar. Apabila menggunakan Value Investing, mungkin kita tidak akan pernah berinvestasi di perusahaan-perusahaan startup dan hanya akan berinvestasi perusahaan-perusahaan konvensional yang sudah berumur panjang dengan periode investasi yg panjang juga. Nah gegara ini maka saya juga mulai tertarik tuk belajar Growth Investing. Sepemahaman saya, Growth Investing itu lebih mementingkan Growth dibanding Intrinsic Valuenya. Di Value Investing, kita fokus investasi ke perusahaan berfundamental bagus yang berharga murah (harganya lebih rendah dibanding intrinsic valuenya). Namun di Growth Investing...