Postingan

Menampilkan postingan dengan label Formula

Attribute [headers] di formula QUERY() pada Spreadsheet

Gambar
Sebelumnya saya pernah membahas mengenai formula QUERY , namun tidak menjelaskan mengenai attribute [headers]. Walaupun sering menggunakan formula QUERY namun terus terang saya tidak benar-benar mengerti mengenai attribute header dan selalu mengisi value attribute header dengan -1 sesuai contoh yg muncul di Google Spreadsheet tanpa mengetahui maksudnya. Nah, beberapa waktu lalu saya menggunakan formula QUERY dan seperti biasa attribute header saya masukan -1 dan datanya menjadi berantakan. Gambar 1. Seharusnya: Gambar 2. Kenyataannya:  Formula yang saya gunakan pada gambar 2 adalah   =QUERY(A6:F,"SELECT *",-1) .  Saya kurang paham bagaimana logikanya formula sehingga gambar 2 jadi berantakan. Asumsi saya adalah sistem berusaha menebak-nebak dan membuat header sendiri dengan cara mengumpulkan baris 1, 2, dan 3 menjadi 1 baris saja untuk memastikan baris di bawahnya (non header) memiliki value. Formula yang saya gunakan pada gambar 1 adalah   =QUERY(A6:F,"SEL...

Formula-Formula Yang Biasa Saya Gunakan Dalam Google Spreadsheet

Berikut ini adalah beberapa artikel yang pernah saya buat terkait formula atau rumus-rumus yang biasa saya gunakan dalam Google Spreadsheet: CONCATENATE() . Menggabungkan beberapa value terpisah menjadi satu string INDIRECT() . Membaca value dari sheet lain dengan nama sheet yang dinamis SPARKLINE() . Membuat chart sederhana dalam cell di Google Spreadsheet QUERY() . Ternyata bisa loh pakai SQL di Google Sheets GOOGLEFINANCE() . Formula serbaguna untuk analisa saham di Google Sheets Masih banyak formula lain yang saya gunakan namun belum sempat saya buat artikelnya. Rencananya saya akan mengupdate artikel ini kembali apabila ada formula lain yang saya buat artikelnya.

CONCATENATE(). Menggabungkan beberapa value terpisah menjadi satu string

Pada artikel sebelumnya saat saya membahas mengenai formula  QUERY() saya juga menggunakan formula lain yang belum saya bahas sebelumnya, yaitu CONCATENATE(). CONCATENATE() adalah formula sederhana yang digunakan untuk menggabungkan beberapa string dan/atau angka menjadi satu string yang lebih panjang. misal: Formula: =CONCATENATE("ini text pertama. ", "ini text kedua. ", "dan ini angka ", 123) Hasil: ini text pertama. ini text kedua. dan ini angka 123. Formatnya adalah sebagai berikut:  CONCATENATE(string1, [string2, ...]) Contoh penerapannya pada formula Query di artikel sebelumnya adalah: =QUERY(Cashflow, CONCATENATE("SELECT SUM(C) WHERE LOWER(B) LIKE '%",LOWER(A26),"%' LABEL SUM(C) ''")) Saya menggunakan CONCATENATE agar querynya menjadi dinamis mengacu pada value di cell lain. Pembahasan lebih lanjut mengenai QUERY() dapat dibaca pada artikel " QUERY(). Ternyata bisa loh pakai SQL di Google Sheets ". Info...

INDIRECT(). Membaca value dari sheet lain dengan nama sheet yang dinamis

Gambar
Formula INDIRECT() berfungsi untuk membaca nilai suatu cell yang letak cellnya bisa ditentukan berdasarkan string/text. Agak bingungin ya? kira-kira contohnya seperti berikut ini. Di cell A1 saya masukan text "ABC" Di cell A2 saya masukan formula =INDIRECT("A1") Di cell A3 saya masukan formula =A1 Maka value Cell  A1 ,  A2 , dan  A3  akan sama-sama menjadi  "ABC" gambar 1 Terus buat apa dong  =INDIRECT("A1")  dan kenapa tidak langsung  =A1  saja? nah, saya pernah mau buat spreadsheet seperti screenshot di bawah ini. gambar 2 Di dalam satu file tersebut sudah ada sheet untuk masing-masing emiten. di dalamnya ada history transaksi saya untuk emiten tersebut. jadi nama sheetnya adalah ADRO ,  APII ,  AUTO ,  BMTR , dan sebagainya. gambar 3 Saya ingin buat satu sheet Summary yang merangkum performa transaksi untuk semua emiten tersebut seperti yang ada di screenshot gambar 2 . Jadi saya ingin apabila saya mengganti value kolom ...

SPARKLINE(). Buat chart sederhana dalam cell di Google Spreadsheet

Gambar
Di Google Spreadsheet kita bisa membuat chart sederhana di dalam suatu cel. Misal seperti screenshot di bawah ini. Pada contoh screenshot di atas saya menggunakan formula SPARKLINE() untuk membuat line chart untuk data histori equity, liability, net profit, dsb. Kita juga bisa customize sesuai kebutuhan, termasuk tipe chartnya (line, bar, column, atau winloss), min/max value, color, width, dan juga apakah chartnya mau diurutkan dari kanan ke kiri (rtl) atau sebaliknya, dsb. Format Sparkline() adalah sebagai berikut: SPARKLINE( data, [options] ) data  dapat diisi dengan rentang cell yang berisi data-data yang ingin kita jadikan chart options  dapat diisi berbagai settingan untuk meng- customize  chart yang dibuat Untuk chart pada kolom equity di screenshot di atas, formula yang saya gunakan adalah: =SPARKLINE(J9:J17, {"linewidth",2;"color","darkcyan";"rtl",true}) Informasi lebih lengkap mengenai formula ini dapat dilihat langsung di dokumentasi ya...

Penggunaan Graham's Number Untuk Value Investing

Ada rumus yg digagas Benjamin Graham yg dikenal sbg Graham's Number, yaitu √(22.5 x EarningPerShare x BookValue). Bila harga saham lebih kecil dari Graham's Number maka saham tersebut dianggap murah dan boleh dibeli. Bila harganya di atas Graham's Number maka harganya kemahalan. Misal, Pada akhir Februari 2021, saham MNC Media (BMTR) punya EPS 66.53 dan BookValue 688. Maka Graham's Numbernya adalah √(22.5 x 66.53 x 688) = 1,014.68. Saham BMTR pada Februari 2021 adalah Rp260, jauh di bawah Graham's Number. Bisa dikatakan bahwa harga BMTR sekarang itu sangat murah berdasarkan Graham's Number. Angka 22.5 pada Graham's Number didapat dari 15 x 1.5. 15 adalah PER maximum dan 1.5 adalah PBV maximum. angka PER dan PBV maximum ini didapat berdasarkan pengalaman pribadi Benjamin Graham setelah bertahun-tahun di pasar saham.