Cara Saya Menganalisa Saham: Analisa Masa Depan
Artikel ini adalah lanjutan dari : Cara Saya Menganalisa Saham: Analisa Masa Lalu
Untuk masa depan sebenarnya saya tidak melakukan analisa, hanya menghitung intrinsic value dan Margin of Safetynya saja. Apabila suatu emiten sudah lolos analisa masa kini dan analisa masa lalu maka growthnya harusnya juga sudah bisa diperkirakan bagus.
Intrinsic Value
Intrinsic Value biasanya diartikan sebagai nilai wajar suatu perusahaan.
- Bila harga suatu saham sama dengan intrinsic valuenya maka harga saham dikatakan wajar. Misal saham ABCD harganya Rp100 dan intrinsic valuenya juga Rp100.
- Bila harga suatu saham di bawah intrinsic valuenya maka dikatakan murah. Misal saham ABCD harganya Rp80 dan intrinsic valuenya Rp100.
- Bila harga suatu saham di atas intrinsic valuenya maka dikatakan mahal. Misal saham ABCD harganya Rp120 dan intrinsic valuenya Rp100.
Untuk Intrinsic Value saya menjumlahkan semua potensi EPS untuk 10 tahun kedepan dengan BVPS (Book Value Per Share) saat ini. Perkiraan EPS untuk 10 tahun kedepan masih saya kurangi lagi dengan kemungkinan inflasi. Data inflasi yang saya gunakan adalah rata-rata inflasi bulanan selama 5 tahun terakhir. Data inflasi saya dapatkan dari situs https://www.bi.go.id/id/statistik/indikator/data-inflasi.aspx.
Untuk menghitung potensi EPS saya hanya mengalikan EPS tahun sebelumnya dengan (1+EMA Net Profit). EMA Net Profit sudah didapatkan di Analisa Masa Lalu. Apabila kita sudah tahu EPS untuk tahun ini maka kita bisa memperkirakan EPS untuk tahun depan. Setelah EPS untuk tahun depan ketahuan maka bisa hitung perkiraan EPS untuk tahun depannya lagi. Dan seterusnya hingga 10 tahun kedepan. Setelah itu jumlahkan semuanya maka dapatlah potensi EPS untuk 10 tahun ke depan. Setelah itu potensi EPS 10 tahun ini saya kalikan dengan 100% dikurangi persentase inflasi yang mungkin terjadi dalam 10 tahun berdasarkan data Bank Indonesia. Setelah itu hasilnya dijumlahkan dengan BVPS maka didapatlah intrinsic value.
Margin of Safety
Margin of Safety (MoS) disini biasanya diartikan sebagai batasan harga yang aman untuk membeli suatu saham. Misal MoS saya itu 30%, artinya saya hanya membeli saham yang harganya 30% lebih murah dari Intrinsic Valuenya. Apabila intrinsic value saham ABCD adalah Rp100, maka saya hanya akan membeli apabila harganya Rp70.
Komentar
Posting Komentar